Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2008

Sudah Seminggu di Bandung

Hari ini sudah seminggu lewat satu hari ada di bumi Parahiayangan. Bersabar beberapa hari lagi kembali ke pangkuan istri tercinta. Beberapa hari lagi kembali bertemu buah hati tersayang yang nota bene sudah mencapai umur 11 bulan lebih beberapa hari. Sabar yah Nak .... sebentar lagi Papa pulang. :)



Sudah Seminggu di BandungSocialTwist Tell-a-Friend

Jumat, 07 November 2008

Harus Ke Gowa

Hari Kamis (06 Nopember 2008) saya harus kembali ke Kab. Gowa, Sulawesi SelatanG. Artinya saya harus meninggalkan Kab. Bantaeng (Kota Butta Toa). Kembali ke Gowa berarti sudah mendekati Makassar, sang ibu kota Sulawesi Selatan. Dan berarti, ada kemungkinan kembali ke ibu kota RI, Jakarta yang menurut berita terakhir sedang dilanda banjir.


Selama di Bantaeng, selama lebih dari seminggu, ada banyak kenangan. Termasuk kenangan mati lampu. Yah .... ternyata bukan hanya di Jakarta yang sering mati lampu. Gimana nih bos PLN?. Pas waktu mati lampu, pas lapar. Emang belum makan. Waduh, mana di Bantaeng (dekat mess -- penginapan karyawan) susah lagi nyari makan. Tapi, teratasi juga rasa lapar. Di tikungan jalan masih ada warung Sop Saudara yang buka. Yah udah, makan Sop Saudara.


Saat ini di Bantaeng belum ada mall, belum ada bioskop, sehingga untuk mencari hiburan harus menahan diri. Dan ketika ada Pasar Malam, maka masyarakat akan tumpah ruah ke lokasi keramaian tersebut.


Beberapa malam yang lalu, untuk menghilangkan kepenatan, bersama rekan-rekan yang lain kami ke tempat karaoke satu-satunya di kota Bantaeng. Lokasinya ada di atas air, karena bangunannya dibuat menjorok ke laut.


100_8642-320.jpg


Pasar Malam di Kota Bantaeng

Harus Ke GowaSocialTwist Tell-a-Friend

Kamis, 06 November 2008

Okots

Di daerah Sulawesi Selatan, ada yang namanya 'Okots'. Apa yah okots itu? Saya juga tidak bisa mendefinisikan. Yang jelas kenyataannya begini, ketika ada kata yang berakhir dengan 'N' diucapkan "NG". Atau sebaliknya, ketika ada kata yang berakhiran dengan"NG" justru diucapkan "N". Mereka yang berdialek seperti itu disebut okots. Nah, mungkin akan kedengaranG eh kedengaran kocak kalau bagi mereka yang dari luar SulSel.

Yang menarik, dialek okots ini terbawa sampai ke tulisan, sekalipun itu dalam 'Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar'. TemanG saya yang asli SulSel pernah membuat himbauan resmi untuk ditempelkan di sebuah ruangan lab. Dia menulis ... "tidak diperkenangkan ...". Sudah beberapa waktu baru kami melihatnya, kemudian diganti. Yah .. begitulah .... Indonesia dengan keanekaragamannya. Hmmmm ..... biar okots yang penting kereeeeeenG!! :)


Gambar berikut adalah gambar/photo yang saya ambil di seberang jalan SMA Negeri 2 Bantaeng, di sebuah bekas warung sederhana. Waktu saya ke Parepare, 2 tahun lalu, saya juga sempat lihat sebuah gerobak gorengan yang bertulisan "Bakwang". Sayangnya saya tidak sempat potret waktu itu karena tidak bawa kamera.


OkotsSocialTwist Tell-a-Friend

Minggu, 02 November 2008

Kembali ke Kota Butta Toa Bantaeng

Hari ini hari kedua berada di Kota Bantaeng. Keadatangan yang ke sekian kali ke kota yang dijuluki Butta Toa atau kota tua. Sebagai infoa bahwa Bantaeng adalah kota paling tua di wilayah Sulawesi Selatan.


Hari Minggu dari Makassar, nginap di Kab. Gowa 2 malam. Hari Rabu selepas makan siang melanjutkan perjalanan ke Bantaeng. Sebelum masuk ke kota tujuan, ada beberapa kabupaten yang harus di lewati, misalnya Takalar, Jeneponto .... !! Tiba di Bantaeng sekitar jam 16.30-an waktu setempat.



Jembatan Kembar : Keluar dari Makassar ke arah Bantaeng, akan melewati jembatan kembar



Spanduk : Salah satu spanduk peserta Pemilu yang sempat dijempret di daerah Takalar



Dari Semarang : Truk ini datangnya dari daerah yang cukup jauh ... Semarang (H 86** YM)



Petunjuk Arah : Kiri ... Lurus .. ? Lurus Saja .. !! Khan mau ke Bantaeng.



Gerbang : Selamat Datang di Kota Butta Toa Bantaeng

Kembali ke Kota Butta Toa BantaengSocialTwist Tell-a-Friend

Sabtu, 01 November 2008

Pertama di Bandara Baru Makassar

Ini kali pertama saya mendarat di Bandara Internasional Hasanuddin Makassar sejak bandara Makassar pindah dari bandara milik TNI AU ke tempat yang sekarang.


Dari Jakarta tanggal 26 Oktober 2008. Dikasi penerbangan sore jam 16.15. (Yah .. karena tugas dan demi keluarga .... terima harus berangkat, padahal anak saya sedang sakit panas. Mungkin karena baru tumbuh gigi). Mungkin karena hari Minggu, penumpangnya tidak penuh. Tiga tempat duduk bisa saya pakai sendiri. Bukan cuman saya, penumpang di belakang dan depan saya juga begitu adanya.


Tiba di Makassar sekitar jam 19.30an waktu setempat (WITA). Makassar sedang diguyur hujan. Hmm ... biasanya kalo ke SulSel ... (di bandara yang lama) ... tidak perlu jauh - jauh ngambil bagasi. Kali ini jalannya lumayan jauh. Bukan apa apa ... tapi karena memang bandara yang baru ini sunggguh amat megah dan luas.


Setelah ambil bagasi ... keluar .... sudah ada teman yang jemput. Mluncurlah kami ke Gowa .... di pinggir kota Makassar. Mungkin besok ke Makassar (kota) untuk tugas utamanya. Selanjutnya ... sorenya rencana akan melanjutkan perjalanan ke Bantaeng, sekitar 4 jam dari Kota Makassar.


Sebelum sampai di rumah penginapan, mampir dulu makan malam. Dah lapar sekali .... maklum ... sekarang di peswat sudah ga dapat makan he he he. Ada juga pedagang asongan (yang cantik2) yang jualan di pesawat, .... cuman harganya lumayan .... harganya diatas awan ...!! Lha iyalah ... wong dia jualnya di atas awan ...!! Klo yg murah ... terjun aja beli di bawah :)


Nah karena sudah lapar, dan rindu dengan Coto Makassar ..... mampirlah saya dan teman makan di Coto Dewi. Kemudian lanjutkan perjalan ke Gowa, tepatnya di jalan poros Makassar - Malino.



Bayar dulu Rp 30.000,-



Sepi .....



Diatas Jakarta ... eh ... masuk wilayah Jakarta nggak ?



Makassar sedang diguyur hujan ...



Belok atau lurus ??? Hmmm .... lurus ...



Ambil bagasi di bawah ....



Makan di Coto Dewi. Bukan berarti mbak Dewi dibikin Coto. Ini Coto Makassar

Pertama di Bandara Baru MakassarSocialTwist Tell-a-Friend